sepTINO


Minggu, 29 Januari 2006
October 25, 2006, 2:23 am
Filed under: Uncategorized

Minggu, 29 Januari 2006

Ketika penat merasuk raga

Hanya hampa terasa..

Kegalauan berkelana

Semangat pun di luluh-lantakan

Ketika jiwa memberontak

Hanya hati yang merasa..

Menggugat kesengsaraan

Amarah pun nyata menjelma

Jiwa dan raga seketika ingin berteriak

Berteriak pada keadaan yang ada

Mengejawantahkan penolakan situasi

Pun mengaduh pada sang waktu

Katakan bahwa ada anak manusia yang letih

Disini…

Kemana pikiran ini akan kubawa berlari

Dari tempat ini….

Eka Pratiwi & Septino Andarswesa



Petok
October 25, 2006, 2:19 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 02:09

Minggu, 18 Desember 2005

Bogor

PETOK

Lincah geraknya

Berlari dengan lantang

Begitu montok dada dan pantatnya

Cicit cuitnya menggoda untuk didengar

Bersemangat dalam kemungilan tubuh

Sungguhlah punya keberanian untuk hidup

Septino Andarswesa

Pkl 02:22



Trilogi Masa
October 25, 2006, 1:46 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 01:09

Sabtu, 17 September 2005

Bogor

TRILOGI MASA

Saat kau duduk dekat jendela dalam sebuah kereta kencang

Semua pemandangan buruk yang kau lihat akan segera berlalu,

walau kau ingin lebih cepat melewatinya

Dan semua pemandangan indah yang kau lihat juga akan segera berlalu,

walau kau ingin lebih lama menikmatinya.

Karena kereta terus melaju membawamu kepada stasiun penantian

Begitu pula dengan hidup

Masa lalu yang tiada indah adalah tragedi yang menyedihkan

Masa lalu yang indah adalah komedi yang menyegarkan

Namun kedua masa lalu tersebut sudah menjadi cerita sejarah.

Sang Masa Lalu memang pasti berlalu, dan tak akan kembali

Sang Masa Depan adalah tujuan, harapan dan cita

Semuanya menjadi impian kehidupan

Masa depan menjadi begitu diagungkan

Kehadirannya begitu dinantikan dan patut diperjuangkan

Membuat kita bekerja keras mewujudkannya

Namun perlu direnungkan

Ketika masa depan sudah dalam hadirat

Sang Masa Depan juga pasti akan berlalu

Dan akan menjadi Sang Masa Lalu

Begitu selanjutnya kedua masa itu akan saling menyongsong

Terus saling menggantikan hingga kita kembali menjadi debu dan tanah

Cara terindah untuk menikmati kedua masa itu adalah menikmati masa sekarang

Sang Masa Sekarang adalah jalan keluar

Karena saat ini bukanlah kerinduan masa lalu

Dan karena saat ini adalah perjuangan masa depan

Septino Andarswesa

Pkl 01:21



Mei Tujuh Tahun Yang Lalu
October 25, 2006, 1:37 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 01:46

Kamis, 12 Mei 2005

Bogor

MEI TUJUH TAHUN YANG LALU

Empat pemuda bangsa gugur di grogol

Tepat tanggal 12 Mei sore hari

Tewas tanpa mengerti siapa yang membunuh

Koh Irfan kehilangan semuanya,

Termasuk istri dan dua anaknya yang mati terbakar

Dibakar hidup dalam ruko miliknya

Nona “C” pun telah kehilangan mahkota hatinya

Dirampas oleh orang-orang yang mengaku pribumi

Terlalu banyak api angkara yang lahir

Hingga menjadikan langit merah

Terlalu banyak air mata dan darah mengalir

Hingga akhirnya tanah basah dan juga memerah

Memang “sang raja” akhirnya turun tahta

Namun terlambat dan tak berarti apa-apa

Mereka, teman mereka, dan keluarga mereka terlanjur terluka

Terluka sangat dalam

Apakah cerita ini hanya akan menjadi sebuah kisah

Tentang sejarah kelam sebuah tanah kelahiran

Dari bangsa yang tidak menghargai pentingnya sebuah pengalaman

Tujuh tahun telah berlalu

Masih tetap tidak ada jawaban

Atas berbagai penganiyaan dan pembunuhan yang terjadi

Siapa yang harus disalahkan?

Septino Andarswesa

Pkl 02:13



Under Her Nose
October 25, 2006, 1:34 am
Filed under: Uncategorized

Bogor

, 00:26am

Thursday, May 5th, 2005

UNDER HER NOSE

Cannot brake the ice

Like a cat in hot bricks

To be at a loss for words

It’s hard to breath

Cannot think clearly

Makes all things blur

Unaware about my self anymore

Cannot stand for more longer time

My conscious is going down

Like a man of straw

Every gesture

Every move that she makes

Make me feel like a never before

She’s stole my attention

Trying to have power over a half of my soul

Septino Andarswesa

01:31am



Keterbatasan Semu
October 25, 2006, 1:26 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 00:46

Minggu, 19 Februari 2006

Bogor

KETERBATASAN SEMU

Biar tubuhku saja yang kecil,

Tetapi jangan jiwaku

Biar mukaku saja yang tidak tampan,

Tetapi hatiku mempesona dan mengagumkan

Biarlah tampangku blo’on dan terlihat bodoh

Tetapi otakku haruslah cerdik, cerdas dan cakap untuk menaklukan dunia

Dengan kacamata tebal tersangga diatas tulang rawan hidungku,

Orang boleh saja mengolokku dengan sebutan “pantat botol”,

Tetapi biarlah kuanggap sebagai panggilan sayang

Cukup mataku saja yang cacat,

Tetapi visiku menatap tajam terhadap hidup ini

Aku memang sering kehilangan kepercayaan diri

Dan takut akan  tubuh yang memenjarakanku,

Tetapi aku punya Sahabat yang selalu menguatkan dan membebaskan

Dinding rintang itu memang tinggi,

Tetapi biarlah kerendahan hati yang menghancurkannya

Dan memberikanku jalan untuk menjadi antonim keterbatasanku sendiri

Septino Andarswesa

Pkl 02:08



Emas Hijauku Yang Terampas
October 25, 2006, 1:19 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 21:48

Jumat, 25 Juni 2004

Bogor

EMAS HIJAUKU YANG TERAMPAS

Desing gergaji mesin, gemuruh traktor dan buldoser

Memecah keheningan dan kesunyian rimba ini

Pekak sekali

Asap tebal membumbung

Memberi warna kelabu pada langit yang tadinya biru

Sesak mencekik nafas hidup

Dari mata turun ke hati

Seperti itulah kepedihan yang terjadi

Perih mata ini telah ciptakan keperihan di hati

Burung-burung berterbangan tinggalkan sangkarnya

Kera, Celeng, dan Penghuni Hutan lain

Berlarian tinggalkan persembunyiannya

Semua mencari tempat aman

Mereka datang merampas hak hidup

Aku dan teman-temanku

Dalam hati bertanya

Siapa mereka, mengaku punya kuasa

Mengexploitasi hutan negeri ini

Kalau ini terus terjadi

Habislah emas hijau bumi pertiwi

Indonesia yang hutan rimba

Hanya tinggal cerita

Jangan Sampai itu terjadi

Biarlah Zambrut Hijau itu tetap ada di khatulistiwa Indonesia

Septino Andarswesa

Pkl 22:09



Mahakam
October 25, 2006, 1:13 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 23:45

Jumat, 23 April 2004

Jakarta

MAHAKAM

Malam adalah penghidupan

Modalnya dandanan dan penampilan

Tarif jasa untuk waktu singkat, tiga ratus ribu rupiah

Tarif jasa untuk semalam, delapan ratus ribu rupiah

Bisa dinegosiasikan

Kamar biru adalah ruang kerja

Kondom adalah alat keselamatan kerja

Begitulah profesi bunga ranjang

Banyak yang sukses di usia remaja

Septino Andarswesa

Pkl 23:51



Sebuah Kata Maaf
October 25, 2006, 1:10 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 22:19

Sabtu,12 Juli 2003

Bogor

SEBUAH KATA MAAF

Sulit sekali mengatakannya

Walau memang terlihat mudah

M mengawali didepan

Dua A bergandengan ditengah

Dan diakhiri oleh F

Aku tidak melakukan itu !

It wasn’t me honey !

Walau berjuta bukti memihak

Namun mungkin saja ada yang terlewat

Sesuatu yang diluar kendali

Datang dan menjatuhkan tanpa disadari

Memang ini seperti mengingkari logika

Dan terlihat bodoh dan hina

Akhirnya kepala ini harus tertunduk juga

Karena hari ini aku harus belajar

Tentang sebuah pengakuan

Tentang sebuah keikhlasan menerima

Dan kata itu terucap dalam kalimat kesadaran

Ok ! I’m sorry.

Aku yang salah. Maaf.

Biar saja aku yang mengalah

Biar saja aku yang merendah

Hanya demi menjaga perasaan seseorang

…………………….……

Perempuan yang kucinta

Septino Andarswesa

Pkl 22:33



Satu Titik Harapan
October 25, 2006, 1:07 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 00:03

Senin, 24 Februari 2003

Bogor

SATU TITIK HARAPAN

Ketika waktu ada dipundakmu,

Dan seragam punggawa negeri ada di badanmu

Mata ini lelah melihat kesesatan,

Yang penuh pembodohan

Telinga ini pekak mendengar ocehan,

Yang ternyata dusta dan kutukan

Hidung ini muak mencium bau amis darah,

Yang rupanya dari jantung saudara sendiri

Kulit ini mati rasa,

Karena selalu diselimuti hawa penindasan

Lidahpun serasa pahit,

Karena sulit menemukan manis di rumah sendiri

Asap hitam kebencian mengukir langit, awan jadi pundung

Teror pun memenuhi rongga dada, semakin sesak

Orkestra sumbang semakin sering mengaum di perutku, semakin lapar

Tulang badan pun remuk karena beban hidup, semakin berat

Ternyata engkau telah berhenti berjuang

Kepalamu telah terpolusi oleh ambisi dan kekuasaan

Keikhlasanmu telah terpasung oleh penghormatan dan penghargaan

Kejujuranmu telah terbungkam  oleh harta dunia dan uang

Setelah segala pengingkaran hati nurani terjadi

Kutulis hati yang kecewa dalam sebuah puisi

Masih adakah ketegaran yang tersisa?

Dari berjuta harapan

Untuk satu titik saja

Septino Andarswesa

Pkl 00:37