Filed under: Uncategorized
Pkl 01:46 Kamis, 12 Mei 2005
Bogor
MEI TUJUH TAHUN YANG LALU
Empat pemuda bangsa gugur di grogol
Tepat tanggal 12 Mei sore hari
Tewas tanpa mengerti siapa yang membunuh
Koh Irfan kehilangan semuanya,
Termasuk istri dan dua anaknya yang mati terbakar
Dibakar hidup dalam ruko miliknya
Nona “C” pun telah kehilangan mahkota hatinya
Dirampas oleh orang-orang yang mengaku pribumi
Terlalu banyak api angkara yang lahir
Hingga menjadikan langit merah
Terlalu banyak air mata dan darah mengalir
Hingga akhirnya tanah basah dan juga memerah
Memang “sang raja” akhirnya turun tahta
Namun terlambat dan tak berarti apa-apa
Mereka, teman mereka, dan keluarga mereka terlanjur terluka
Terluka sangat dalam
Apakah cerita ini hanya akan menjadi sebuah kisah
Tentang sejarah kelam sebuah tanah kelahiran
Dari bangsa yang tidak menghargai pentingnya sebuah pengalaman
Tujuh tahun telah berlalu
Masih tetap tidak ada jawaban
Atas berbagai penganiyaan dan pembunuhan yang terjadi
Siapa yang harus disalahkan?
Septino Andarswesa
Pkl 02:13
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>