Filed under: Uncategorized
Pkl 21:48
Jumat, 25 Juni 2004
Bogor
EMAS HIJAUKU YANG TERAMPAS
Desing gergaji mesin, gemuruh traktor dan buldoser
Memecah keheningan dan kesunyian rimba ini
Pekak sekali
Asap tebal membumbung
Memberi warna kelabu pada langit yang tadinya biru
Sesak mencekik nafas hidup
Dari mata turun ke hati
Seperti itulah kepedihan yang terjadi
Perih mata ini telah ciptakan keperihan di hati
Burung-burung berterbangan tinggalkan sangkarnya
Kera, Celeng, dan Penghuni Hutan lain
Berlarian tinggalkan persembunyiannya
Semua mencari tempat aman
Mereka datang merampas hak hidup
Aku dan teman-temanku
Dalam hati bertanya
Siapa mereka, mengaku punya kuasa
Mengexploitasi hutan negeri ini
Kalau ini terus terjadi
Habislah emas hijau bumi pertiwi
Indonesia yang hutan rimba
Hanya tinggal cerita
Jangan Sampai itu terjadi
Biarlah Zambrut Hijau itu tetap ada di khatulistiwa Indonesia
Septino Andarswesa
Pkl 22:09
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>