sepTINO


Wina Kusumawardhani
October 25, 2006, 2:36 am
Filed under: Uncategorized

17 September 2006

Jakarta

WINA KUSUMAWARDHANI

(untuk Wina)

Winaku adalah sukacita

Inspirasi bagi dunia kelanaku

Namamu terlukis dalam media cinta

Adalah hati yang menjadi warna

Kutuliskan kerianganmu dalam puisi ini

Ucapan syukurmu yang manis

Senandung kebahagiaanmu yang menenangkan

Untukmu lidahku menari ucapkan selamat

Menakjubkan,  momentum ini menjadi sebuah perenungan

Ajari kita tentang artinya hasil perjuangan

Waktunya sekarang untuk memulai sesuatu yang baru

Ajakmu untuk kembali bangkit bertarung

Rikuhmu akan kegagalan biarlah dihempaskan

Dunia yang sebenarnya menantikanmu

Hentakan langkah maju, tunjukan keberanian

Antarkan barisan aksara pertarungan hidup seorang Wina

Nada-nada tentang harapan dan cita-cita pun dilantunkan

Iringi pergerakanmu selanjutnya

Septino Andarswesa



Mimpi Kali Yee…..
October 25, 2006, 2:27 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 22: 50

Rabu, 23 Agustus 2006

Bogor

MIMPI KALI YEE…..

Kapan pesawatku akan datang padaku

Membawaku terbang ke seluruh dunia

Dimana semua orang menantikanku

Sementara aku masih saja disini,

dibaringan kasur pegas yang telanjang tak berbalut seprei

Hanya sebatas melamunkan saja

Kapan aku menarik diri dari lembah kekhawatiran?

Mengapa aku terlalu takut untuk belajar

Terlalu gentar bergaul dengan kegagalan

Begitu ragu menerjang badai penderitaan

Aku harus keluar dari zona kenyamanan diriku yang sekarang

Dunia lebih luas membentang untuk dijelajahi

Aku harus masuk kedalam medan pencobaan

Yang akan membuat diriku matang dan siap perang

Aku tidak mau hanya menjadi figuran

Yang hanya bisa hidup dengan sistem dan rutinitas

Yang tampak lewat dan melintas hanya sepintas

Aku mau menjadi sang pemeran utama

Yang bermain dengan visi dan improvisasi

Yang menjadi jiwa dalam setiap alur cerita kehidupan

Sekarang, kapan aku dapat berbuat sesuatu untuk dunia?

Hingga seisi bumi mengenalku, dan begitu merindukanku.

Septino Andaswesa

Pkl 23:35



Cokelat Putih
October 25, 2006, 2:25 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 09:25

29 April 2006

Bogor

COKELAT PUTIH

(untuk Ellen)

Walau hanya sedikit, dan aku ingin lebih

Dia memperlihatkan kepadaku miliknya yang berharga

Mengijinkan aku menelusuri setiap detailnya

Merelakan aku menyentuh dan menjamah lekukan-lekukan sexy suatu kecerdasan pikiran

Memberikan ruang untuk mengagumi suatu keindahan hati

Sedangkan aku, hanya bisa memberinya coklat putih

Sebagai suatu tanda terima kasih

karena…..

coklat itu manis

dia keras tetapi lembut untuk dinikmati

karena…..

putih itu bersih dan polos

dia menjadi alas bagi goresan warna kehidupan

Sekali lagi aku hanya bisa bilang terimakasih

Dan hanya bisa memberinya sebuah cokelat putih untuk dikenang

Septino Andarswesa

Pkl 09:47



Minggu, 29 Januari 2006
October 25, 2006, 2:23 am
Filed under: Uncategorized

Minggu, 29 Januari 2006

Ketika penat merasuk raga

Hanya hampa terasa..

Kegalauan berkelana

Semangat pun di luluh-lantakan

Ketika jiwa memberontak

Hanya hati yang merasa..

Menggugat kesengsaraan

Amarah pun nyata menjelma

Jiwa dan raga seketika ingin berteriak

Berteriak pada keadaan yang ada

Mengejawantahkan penolakan situasi

Pun mengaduh pada sang waktu

Katakan bahwa ada anak manusia yang letih

Disini…

Kemana pikiran ini akan kubawa berlari

Dari tempat ini….

Eka Pratiwi & Septino Andarswesa



Petok
October 25, 2006, 2:19 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 02:09

Minggu, 18 Desember 2005

Bogor

PETOK

Lincah geraknya

Berlari dengan lantang

Begitu montok dada dan pantatnya

Cicit cuitnya menggoda untuk didengar

Bersemangat dalam kemungilan tubuh

Sungguhlah punya keberanian untuk hidup

Septino Andarswesa

Pkl 02:22



Trilogi Masa
October 25, 2006, 1:46 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 01:09

Sabtu, 17 September 2005

Bogor

TRILOGI MASA

Saat kau duduk dekat jendela dalam sebuah kereta kencang

Semua pemandangan buruk yang kau lihat akan segera berlalu,

walau kau ingin lebih cepat melewatinya

Dan semua pemandangan indah yang kau lihat juga akan segera berlalu,

walau kau ingin lebih lama menikmatinya.

Karena kereta terus melaju membawamu kepada stasiun penantian

Begitu pula dengan hidup

Masa lalu yang tiada indah adalah tragedi yang menyedihkan

Masa lalu yang indah adalah komedi yang menyegarkan

Namun kedua masa lalu tersebut sudah menjadi cerita sejarah.

Sang Masa Lalu memang pasti berlalu, dan tak akan kembali

Sang Masa Depan adalah tujuan, harapan dan cita

Semuanya menjadi impian kehidupan

Masa depan menjadi begitu diagungkan

Kehadirannya begitu dinantikan dan patut diperjuangkan

Membuat kita bekerja keras mewujudkannya

Namun perlu direnungkan

Ketika masa depan sudah dalam hadirat

Sang Masa Depan juga pasti akan berlalu

Dan akan menjadi Sang Masa Lalu

Begitu selanjutnya kedua masa itu akan saling menyongsong

Terus saling menggantikan hingga kita kembali menjadi debu dan tanah

Cara terindah untuk menikmati kedua masa itu adalah menikmati masa sekarang

Sang Masa Sekarang adalah jalan keluar

Karena saat ini bukanlah kerinduan masa lalu

Dan karena saat ini adalah perjuangan masa depan

Septino Andarswesa

Pkl 01:21



Mei Tujuh Tahun Yang Lalu
October 25, 2006, 1:37 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 01:46

Kamis, 12 Mei 2005

Bogor

MEI TUJUH TAHUN YANG LALU

Empat pemuda bangsa gugur di grogol

Tepat tanggal 12 Mei sore hari

Tewas tanpa mengerti siapa yang membunuh

Koh Irfan kehilangan semuanya,

Termasuk istri dan dua anaknya yang mati terbakar

Dibakar hidup dalam ruko miliknya

Nona “C” pun telah kehilangan mahkota hatinya

Dirampas oleh orang-orang yang mengaku pribumi

Terlalu banyak api angkara yang lahir

Hingga menjadikan langit merah

Terlalu banyak air mata dan darah mengalir

Hingga akhirnya tanah basah dan juga memerah

Memang “sang raja” akhirnya turun tahta

Namun terlambat dan tak berarti apa-apa

Mereka, teman mereka, dan keluarga mereka terlanjur terluka

Terluka sangat dalam

Apakah cerita ini hanya akan menjadi sebuah kisah

Tentang sejarah kelam sebuah tanah kelahiran

Dari bangsa yang tidak menghargai pentingnya sebuah pengalaman

Tujuh tahun telah berlalu

Masih tetap tidak ada jawaban

Atas berbagai penganiyaan dan pembunuhan yang terjadi

Siapa yang harus disalahkan?

Septino Andarswesa

Pkl 02:13



Under Her Nose
October 25, 2006, 1:34 am
Filed under: Uncategorized

Bogor

, 00:26am

Thursday, May 5th, 2005

UNDER HER NOSE

Cannot brake the ice

Like a cat in hot bricks

To be at a loss for words

It’s hard to breath

Cannot think clearly

Makes all things blur

Unaware about my self anymore

Cannot stand for more longer time

My conscious is going down

Like a man of straw

Every gesture

Every move that she makes

Make me feel like a never before

She’s stole my attention

Trying to have power over a half of my soul

Septino Andarswesa

01:31am



Keterbatasan Semu
October 25, 2006, 1:26 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 00:46

Minggu, 19 Februari 2006

Bogor

KETERBATASAN SEMU

Biar tubuhku saja yang kecil,

Tetapi jangan jiwaku

Biar mukaku saja yang tidak tampan,

Tetapi hatiku mempesona dan mengagumkan

Biarlah tampangku blo’on dan terlihat bodoh

Tetapi otakku haruslah cerdik, cerdas dan cakap untuk menaklukan dunia

Dengan kacamata tebal tersangga diatas tulang rawan hidungku,

Orang boleh saja mengolokku dengan sebutan “pantat botol”,

Tetapi biarlah kuanggap sebagai panggilan sayang

Cukup mataku saja yang cacat,

Tetapi visiku menatap tajam terhadap hidup ini

Aku memang sering kehilangan kepercayaan diri

Dan takut akan  tubuh yang memenjarakanku,

Tetapi aku punya Sahabat yang selalu menguatkan dan membebaskan

Dinding rintang itu memang tinggi,

Tetapi biarlah kerendahan hati yang menghancurkannya

Dan memberikanku jalan untuk menjadi antonim keterbatasanku sendiri

Septino Andarswesa

Pkl 02:08



Emas Hijauku Yang Terampas
October 25, 2006, 1:19 am
Filed under: Uncategorized

Pkl 21:48

Jumat, 25 Juni 2004

Bogor

EMAS HIJAUKU YANG TERAMPAS

Desing gergaji mesin, gemuruh traktor dan buldoser

Memecah keheningan dan kesunyian rimba ini

Pekak sekali

Asap tebal membumbung

Memberi warna kelabu pada langit yang tadinya biru

Sesak mencekik nafas hidup

Dari mata turun ke hati

Seperti itulah kepedihan yang terjadi

Perih mata ini telah ciptakan keperihan di hati

Burung-burung berterbangan tinggalkan sangkarnya

Kera, Celeng, dan Penghuni Hutan lain

Berlarian tinggalkan persembunyiannya

Semua mencari tempat aman

Mereka datang merampas hak hidup

Aku dan teman-temanku

Dalam hati bertanya

Siapa mereka, mengaku punya kuasa

Mengexploitasi hutan negeri ini

Kalau ini terus terjadi

Habislah emas hijau bumi pertiwi

Indonesia yang hutan rimba

Hanya tinggal cerita

Jangan Sampai itu terjadi

Biarlah Zambrut Hijau itu tetap ada di khatulistiwa Indonesia

Septino Andarswesa

Pkl 22:09