Tarida Dianna Margaret
Coba kau lipat tangan dan pejamkan mata. Sapalah Tuhan dengan hatimu pada pagi ini. Pada dini hari yang hening. Pada detik dimana kamu baru saja melewati dua puluh tiga tahun kehidupanmu di dunia.
Waktunya merenung, untuk merajut kembali lembaran kain cerita hidup yang belum sempurna. Waktunya diam, untuk selidiki apa yang Tuhan mau bagi hidupmu. Waktunya berdoa, membiarkan mulutmu untuk berkata-kata dalam ucapan syukur dan bicara tentang keindahan sebuah anugrah.
Tepat pada waktunya,sekarang dan selamanya. DIA akan memberikan berkat, agar hidupmu senantiasa bercahaya dan menjadikanmu terang. DIA akan mencurahkan kemurahan agar hidupmu senantiasa berkelimpahan dan setia berbagi. DIA akan mengaruniakan kasih agar hidupmu senantiasa menjadi pribadi yang penuh cinta dan memberi keteduhan.
AMIEN
-sepTINO andarswesa-
untuk ulang yahun ke-23 Tarida Dianna Margaret
Denpasar, 16 Maret 2009
Insani Pada Suatu Sore
Andaikan waktu adalah soal kualitas dan bukan kuantitas, seperti senja hari ketika matahari segera berbaring di sudut dunia yang lain. Cahaya yang panjang menjalar menaungi bentangan peradaban, membentuk bayang-bayang di kota-kota tempat manusia tinggal. Waktu hadir, tetapi tak bisa diukur.
Seperti saat ini, sore hari yang cerah, seorang perempuan berdiri menatap langit berusaha mengumpulkan serpihan ucapan syukur atas semua anugrah yang telah dialami selama 22 tahun kehidupannya. Sekarang ia juga berusaha melakukan kuantifikasi terhadap waktu, mengurainya, kemudian membedahnya. Mencoba memetakan keindahan cakrawala dari sudut pandangnya. Membiarkan sinar mentari sore menghangatkan kulit tubuhnya, sambil berharap esok hari yang pasti mengagumkan.
11 Mei 2008
septino andarswesa
(untuk ulang tahun ke-22 Shani)
Rabu Malam, 30 Januari 2008
Seperti biasa, hari ini adalah ladies night. Diantara kerumunan gadis wangi berbadan seksi yang pasti menggoda mata lelaki. Ditengah keramaian para pencari keriaan. Dalam keriuhan hentakan trance, dan dentuman nada progresif. Kepiawaian sang DJ dan teriakan semangat sang MC sungguh perpaduan yang apik.
Ditemani Jack Daniels, Chivas Regal, dan mungkin juga ada Red Label disitu. Semua ikut serta sebagai menu wajib suasana. Tapi tidak ada gelas, hingga harus minum langsung dari botolnya. Tampak begitu serakah dan begitu angkuh, karena minuman mahal tersebut banyak yang tertumpah. Wangi parfum para gadis telah berganti aroma alkohol penuh nafsu, begitu memabukan.
Tapi saat ini, ditempat ini, Tuhan dapat berbicara kepadaku. Dia ternyata memang ada dimanapun, pada waktu kapan pun, disaat yang tidak terduga. Walau kita tidak tahu nomor untuk sms atau menelepon Tuhan. Sentuhan ajaibnya adalah layanan 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Delivery service atas kasih-Nya begitu sempurna.
Sekarang lewat sekitar pukul 4 dini hari. Sudah bukan rabu malam, tetapi sudah kamis pagi. Saatnya aku kembali pulang.
Mungkin dunia menganggap aku telah kehilangan waktu dan kesempatan. Cukup banyak kesalahan kubuat dan terasa berat. Tapi aku yakin tidak ada yang sia-sia dan percuma. Karena Tuhan akan buat semua indah tepat pada waktunya.
Jika kamu tidak percaya, maka percayalah!
Manado, 2008
SEPTINO ANDARSWESA
17 September 2007
Tubuhmu memang rentan terserang penyakit, entah dari berbagai virus dan bakteri. Begitu juga dengan hidupmu, penuh dengan dera perjuangan yang berupa masalah dan tantangan. Tetapi jangan khawatir. Kamu punya antibody alami tubuh yang berupa pikiranpositif, keyakinan dan semangat untuk mengatasi berbagai bakteri permasalahan dan virus tantangan kehidupan. Kamu juga punya antibiotik kimiawi yang berupa dukungan doa, semangat dan cinta dari keluarga, teman serta orang yang mengasihimu.
Kamu juga punya Tabib Agung yang Maha Kuasa menyembuhkan segala penyakit, Dia Yesus yang juga memulihkan segala permasalahan hidupmu.
sepTINO andarswesa
(untuk ulang tahun ke dua puluh dua Septiani)
29 Agustus 2007
Dunia selalu menjadi kisah untuk diceritakan. Begitu juga hidupmu, selalu menjadi lagu untuk dinyanyikan. Di lampau waktu mungkin isak tangis dan derai air mata menjadi alinea yang haru sendu. Di lampau waktu yang lain mungkin tawa renyah nana riang menjadi alinea yang ceria bahagia. Begitulah baris demi baris hidup, selalu penuh warna untuk dirangkaikan. Mungkin tak terelakan pahit manis kehidupan akan terus berganti, tiada abadi.
Kamu bisa membuatnya menjadi cerita pendek sederhana atau novel panjang menabjubkan, hanya dengan harapanmu. Karena dengan harapan, alur cerita kehidupanmu akan tercipta untuk terus berjalan.
sepTINO andarswesa
(untuk ulang tahun ke dua puluh eNdah)
MENTARIKU
Dekap erat diriku. Jangan kau lepaskanku. Karena ku tersesat, hanya kau jawabanku. Jangan tinggalkan aku, untuk tentukan jalanku. Ku hanya sendiri hadapi dunia ini. Angkatku saat ku jatuh. Sentuhku dengan cintamu. Saatku tersesat, engkaulah pelitaku.
Yang ku tau, kau takkan pernah tinggalkanku. Ku rasakan hangatnya hadirmu disini. Kau selalu ada disana, tempat teduh dalam gelap. Tak biarkanku sendiri, MENTARIKU!
Festival Yang Kesepian
Pkl 00:46
Selasa, 19 Desember 2006
Jakarta
FESTIVAL YANG KESEPIAN
Barisan umbul - umbul berdiri dan merentang menyemarakan
Barisan lampu dan pencahayaan jalan pun ikut bersinar terang
Tetapi,
Tidak satupun manusia disana
Tidak ada suara bising kemeriahan
Tidak ada derai tawa dan kegaduhan
Begitu lenggang
Begitu sunyi senyap
Begitu tenang
Karena festival ini memang untuk merayakan suatu kesepian
Septino Andarswesa
Pkl 01:05
Wina Kusumawardhani
17 September 2006
Jakarta
WINA KUSUMAWARDHANI
(untuk Wina)
Winaku adalah sukacita
Inspirasi bagi dunia kelanaku
Namamu terlukis dalam media cinta
Adalah hati yang menjadi warna
Kutuliskan kerianganmu dalam puisi ini
Ucapan syukurmu yang manis
Senandung kebahagiaanmu yang menenangkan
Untukmu lidahku menari ucapkan selamat
Menakjubkan, momentum ini menjadi sebuah perenungan
Ajari kita tentang artinya hasil perjuangan
Waktunya sekarang untuk memulai sesuatu yang baru
Ajakmu untuk kembali bangkit bertarung
Rikuhmu akan kegagalan biarlah dihempaskan
Dunia yang sebenarnya menantikanmu
Hentakan langkah maju, tunjukan keberanian
Antarkan barisan aksara pertarungan hidup seorang Wina
Nada-nada tentang harapan dan cita-cita pun dilantunkan
Iringi pergerakanmu selanjutnya
Septino Andarswesa
Mimpi Kali Yee…..
Pkl 22: 50
Rabu, 23 Agustus 2006
Bogor
MIMPI KALI YEE…..
Kapan pesawatku akan datang padaku
Membawaku terbang ke seluruh dunia
Dimana semua orang menantikanku
Sementara aku masih saja disini,
dibaringan kasur pegas yang telanjang tak berbalut seprei
Hanya sebatas melamunkan saja
Kapan aku menarik diri dari lembah kekhawatiran?
Mengapa aku terlalu takut untuk belajar
Terlalu gentar bergaul dengan kegagalan
Begitu ragu menerjang badai penderitaan
Aku harus keluar dari zona kenyamanan diriku yang sekarang
Dunia lebih luas membentang untuk dijelajahi
Aku harus masuk kedalam medan pencobaan
Yang akan membuat diriku matang dan siap perang
Aku tidak mau hanya menjadi figuran
Yang hanya bisa hidup dengan sistem dan rutinitas
Yang tampak lewat dan melintas hanya sepintas
Aku mau menjadi sang pemeran utama
Yang bermain dengan visi dan improvisasi
Yang menjadi jiwa dalam setiap alur cerita kehidupan
Sekarang, kapan aku dapat berbuat sesuatu untuk dunia?
Hingga seisi bumi mengenalku, dan begitu merindukanku.
Septino Andaswesa
Pkl 23:35
Cokelat Putih
Pkl 09:25
29 April 2006
Bogor
COKELAT PUTIH
(untuk Ellen)
Walau hanya sedikit, dan aku ingin lebih
Dia memperlihatkan kepadaku miliknya yang berharga
Mengijinkan aku menelusuri setiap detailnya
Merelakan aku menyentuh dan menjamah lekukan-lekukan sexy suatu kecerdasan pikiran
Memberikan ruang untuk mengagumi suatu keindahan hati
Sedangkan aku, hanya bisa memberinya coklat putih
Sebagai suatu tanda terima kasih
karena…..
coklat itu manis
dia keras tetapi lembut untuk dinikmati
karena…..
putih itu bersih dan polos
dia menjadi alas bagi goresan warna kehidupan
Sekali lagi aku hanya bisa bilang terimakasih
Dan hanya bisa memberinya sebuah cokelat putih untuk dikenang
Septino Andarswesa
Pkl 09:47